Bolehkah i’tikaf di rumah saja

Posted in Uncategorized on September 16, 2009 by kangfoo

Assalaualaikum wr wb. Pada bulan Ramahan ini, disunatkan untuk melakukan itikaf, Bolehkah kita melakukan itikaf di rumah, tepatnya di Musolla rumah? Apakah harus di masjid? Amalan apa saja yang harus dilakukan pada saat itikaf? Saya mendengar, katanya ada hadis yang menyatakan bahwa itikaf harus dilakukan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Selain di tempat itu, namanya bukan itikaf sesuai yang dimaksud pada hadis tsb? Dan satu lagi, apakah benar bahwa malam Lailatul Qadar itu hanya dapat dijumpai pada saat turunnya al-Qur an saja, dan tidak ada lagi untuk masa sekarang? Wassalam Didik ——— Jawab: ———

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

[1] I’tikaf harus dilaksanakan di masjid. Menurut Malikiyah dan Syafiiyah, semua masjid sah ditempati untuk i’tikaf. Menurut Hanafiyah dan Hanbaliyah, i’tikaf harus di Masjid Jami’, yakni masjid yang biasa digunakan menunaikan salat jama’ah oleh masyarakat setempat. (QS. 2:187) : “Janganlah kalian campuri mereka itu [istri-istri kalian], sedang kalian beri’tikaf dalam mesjid”. Riwayat-riwayat yang ada, baik al-Quran maupun Hadits Nabi, hanya menjelaskan i’itikaf di masjid. Khusus untuk wanita, menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Ats-Tsauri, mereka diperbolehkan i’tikaf di musalla rumah yang biasa ditempati untuk salat. Karena salat wanita di rumah lebih baik. Mengenai amalan-amalan dalam i’itikaf, disunnahkan untuk memperbanyak ibadah salat, membaca al-Quran dan zikir-zikir lainnya.

[2] I’itikaf hanya sah di tiga Masjid, yakni Masjid al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsha, adalah pendapat Hudzaifah ra. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibrahim: (Hudzaifah memasuki masjid Kufah, kemudian ia melihat banyak tenda dipasang. Lalu ia menanyakannya, dan dijawab: “orang-orang sedang beri’tikaf”. Ia kemudian menemui Abdullah bin Mas’ud ra, dan mangatakan kepadanya: “Apakah engkau tidak heran, mereka melaksanakan i’tikaf di tempat antara rumah kamu dan rumah al-Asy’ary [Abu Musa al-Asy’ary]? Abdullah lalu menjawab: “Mungkin mereka benar, dan engkaulah yang salah; mereka ingat sementara engkau lupa”. Kemudian Hudzaifah mengatakan: “Saya yakin, i’tikaf hanya berlaku di Masjid al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid al-Aqsha”). Pendapat sahabat Hudzaifah ini pendapat minoritas dan tidak kuat argumentasinya.

[3] Nabi Muhammad SAW. Mengatakan: “Barang siapa yang mendirikan ibadah pada malam Lailatul Qadr, dengan iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. HR. Bukhari Muslim. Abu Dzar ra meriwayatkan: Saya bertanya kepada Baginda Rasul: “Wahai RasulalLah, apakah Lailatul Qadr telah diangkat beserta para Nabi, ataukah ia masih tetap ada hingga hari kiamat?” Beliau menjawab: “Masih tetap ada hingga hari kiamat”. [Ibn Quddamah]. Demikian, semoga membantu.

Wassalam Abdul Ghofur Maimoen.

Advertisements

Hip-t Solusi Untuk Atasi Malu untuk wanita

Posted in Uncategorized on September 1, 2009 by kangfoo

KapanLagi.com – Tubuh gendut memang tak sedap dipandang. Bagi wanita terutama, tumbuh gendut jadi masalah yang butuh solusi. Sebenarnya, ada banyak trik yang dapat dilakukan untuk membuat penampilan tetap menawan. Hip-t merupakan salah satu solusi yang dapat dipilih untuk menutupi bagian gendut tubuh Anda.

Hip-T adalah secarik kain buatan pabrik yang berfungsi untuk menutupi bagian antara atasan yang terlalu pendek dan bagian atas celana yang terlalu rendah. Hip-T ini biasanya dikenakan di bagian antara celana dan kaos yang terbuka. Tapi kain ini juga bisa dikenakan di bagian bra untuk menutupi belahan dada yang terlalu menonjol saat Anda mengenakan busana berleher V.

Hip-T ini dibuat dengan warna putih dan hitam, dan juga berbagai corak. Pinggiran kain ini dibuat berenda untuk mempercantik penampilan saat dikenakan. Hip-T bisa jadi pilihan untuk hadiah buat semua teman Anda. Dengan fungsinya, sebagai penutup yang cantik, dipastikan akan banyak dibutuhkan. (justluxe/erl)

love

Posted in Uncategorized on August 28, 2009 by kangfoo

Cinta..
Seteguknya buat tersenyum
Separuhnya buat bahagia
Sepenuhnya buat kerinduan
Seluruhnya buat kemesraan
Seutuhnya buat cinta

Yogyakarta, juli-2005

good man

good man

Zaid bin Tsabit, sekretaris pribadi Rasulullah

Posted in Uncategorized on August 28, 2009 by kangfoo

Di usia 13 tahun, Zaid Bin Tsabit datang menemui Rasulullah Muhammad SAW. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi tinggi badannya.
———-
Di usia 13 tahun, Zaid Bin Tsabit datang menemui Rasulullah Muhammad SAW. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi tinggi badannya. Tanpa rasa takut dan dengan penuh percaya diri pemuda kecil itu memohon kepada rasulullah agar diijinkan ikut berperang. “Saya bersedia syahid untuk anda wahai rasulullah. Ijinkan saya pergi berjihad bersama anda untuk memerangi musuh-musuh Allah, dibawah panji-panji anda,” ucapnya dengan tegas. Rasulullah tertegun mendengar permintaan itu. Dengan penuh rasa haru, gembira dan takjub ia menepuk-nepuk bahu Zaid. Sayangnya, rasulullah tidak bisa memenuhi permintaan itu. Zaid masih terlalu muda untuk ikut berperang. Zaid pulang dengan rasa kecewa. Ia sedih karena tak diijinkan ikut berperang. Tapi kecintaannya yang tinggi terhadap islam tidak pupus. Dengan kecerdasannya, ia memikirkan hal lain yang mungkin dilakukan tanpa terhalang usia. Dibantu oleh sang ibu, Nuwar Binti Malik, ia mengajukan permohonan baru untuk ikut berjuang dijalan Allah. Sang ibu pergi menghadap rasulullah, menyampaikan kelebihan Zaid yang hapal tujuh belas surah dengan bacaan yang baik dan benar, serta mampu membaca dan menulis dengan bahasa arab dengan tulisan yang indah dan bacaan yang lancar. Lalu Rasulullah meminta Zaid mempraktekan apa yang dikatakan ibunya. Rasulullah kagum, ternyata kemampuan Zaid lebih bagus dari yang disampaikan ibunya. Rasulullah meminta Zaid belajar bahasa Ibrani, bahasa orang Yahudi agar mereka tidak mudah menipu rasulullah. Sebentar saja Zaid mampu menguasai bahasa itu. Setiap kali rasulullah mendapat surat atau akan membalas surat kepada orang Yahudi, maka beliau meminta Zaid melakukannya. Lalu rasulullah juga meminta Zaid belajar bahasa Suryani, ternyata Zaid mampu melakukan. Di usia yang masih muda, Zaid sudah menjadi orang kepercayaan rasulullah untuk menjadi sekretaris pribadi beliau. Tidak hanya itu. Karena kemampuannya membaca dan menghapal Al Qur’an, rasulullah juga mempercayakan Zaid untuk selalu menuliskan wahyu yang turun kepada rasulullah. Setiap kali wahyu turun, rasulullah memanggil Zaid, mendiktekan, dan meminta Zaid menulisnya. Karena kedekatannya dengan Al Qur’an, setelah rasulullah wafat, Zaid menjadi rujukan utama bila ada yang ingin bertanya tentang Al Qur’an. Di masa Abu Bakar Siddiq menjadi khalifah, Zaid menjadi ketua kelompok yang bertugas menghimpun Al Qur’an. Dan dimasa pemerintahan Ustman Bin Affan, ia menjadi ketua tim penyusun mushaf Al Qur’an. Karena kedalaman pengetahuannya akan Al Qur’an, ia diangkat menjadi penasehat umat islam dimasanya. Ia menjadi tempat bertanya bila ada masalah yang terkait dengan hukum islam. Terutama masalah warisan, dimasa itu hanya Zaid yang mahir membagi warisan sesuai aturan islam. Karena kemampuan itu, saat Umar Bin Khatab menjadi khalifah, Umar pernah berfatwa, “Hai manusia, siapa yang ingin bertanya tentang Al Qur’an, datanglah kepada Zaid Bin Tsabit….,” Meski sudah menjadi ulama besar, namun Zaid tetap zuhud dan tawadhu. Suatu hari saat ia sedang mengendarai seekor hewan, ia kesulitan mengendalikan hewan itu. Saat itu Ibnu Abbas melintas didepannya. Ia membantu Zaid mengendalikan hewannya. Lalu Zaid berkata, “Biarkan saja hewan itu wahai anak paman rasulullah,” katanya. Ibnu Abbas menjawab, “Beginilah kami diperintahkan oleh rasulullah menghormati ulama kami.” Lalu Zaid menjawab, “kalau begitu berikan tanganmu padaku.” Ibnu Abbas memberikan tangannya, Zaid menciumnya dan berkata, “Begitulah caranya kami diperintahkan Rasulullah SAW untuk menghorrnati keluarga nabi kami.” Kebesaran nama Zaid Bin Tsabit dan kedalaman ilmu yang dimilikinya menjadi sebuah kehilangan besar ketika tiba waktunya ia pergi menghadap Illahi Robbi. Kaum muslimin bersedih karena mereka kehilangan seseorang yang dihatinya bersarang ilmu Al Qur’an. Bahkan Abu Hurairah mengungkapkannya sebagai kepergian Samudera Ilmu. Begitulah Zaid Bin Tsabit dengan keluasan ilmu Al Qur’an yang ia miliki. Semoga Allah merahmati dan memberi beliau tempat yang layak disisiNYA. Amin. (end)

public tv

Posted in Uncategorized on August 16, 2009 by kangfoo

Purchase a universal TV remote from a place like Radio Shack. When walking by public TVs, such as those in a dorm lounge, change the channel without giving anyone any idea you are doing it.

suka itu

Posted in Uncategorized on August 16, 2009 by kangfoo

mula mendengar blum ngeh…..
baru ketemu blum ngerti,
1,2,3 cuma suka canda doang
eeeh lama-lama jadi demen

takut

Posted in Uncategorized with tags on July 19, 2009 by kangfoo

ketakutan terbesar dari seseorang ialah bahwa mereka tidak bisa , maka diperlukanmotivatoryang dianggapnya sebagai teladan